The Polar Express…film tentang sebuah kereta api yang membawa anak2 ke kutub utara untuk bertemu dengan Santa Claus. Kami keluarga muslim tapi punya cerita menarik dengan film tersebut.
Pazia, anak asuh gw, umurnya baru 2 tahun, tapi kurang lebih sejak 6 bulan yang lalu sangat tergila-gila dengan film The Polar Express. Semuanya berawal dengan ketertarikannya sama kereta api, dia mengenalnya dengan sebutan TRAIN sesuai dengan ajaran di sekolahnya. Anak ini sangat menyukai segala sesuatu yang berbau train. Dari mulai mainan sampai film tentang train. Dirumah, kami punya serial film "Thomas & friends" komplit dari volume 1 sampai terakhir, dan juga tentunya The Polar Express.
Awalnya suamiku membeli CD film The Polar Express iseng aja, sama sekali gak bermaksud untuk menambah koleksi cerita train untuk Pazia. Tapi ternyata sampai dirumah malah jadi film favoritnya Pazia. Tak lain karena dalam film tersebut selalu menampilkan kereta api sebagai settingnya.
Dalam sehari kami bisa memutar film tersebut sampe sepuluh kali! Bayangkan dari mulai melek mata bangun tidur, sampe tutup mata tidur malam, muter The Polar Express teruuusss…. Seisi rumahku sampe hapal dengan dialog dan detail ceritanya. Dan herannya, dia selalu mengikuti setiap bagian cerita dengan serius sambil "ndomblong", hahaha….lucu banget kalo ngeliat expresinya Pazia pas liat film itu. Meskipun di kamar Pazia ada satu set DVD sendiri tapi kami ikut bosen nonton CD tersebut karena dia gak pernah mau nonton sendirian dan kadang tetep minta diputerin di ruang keluarga.
Sekarang setiap adegan dalam film tersebut sudah nancap di memorynya, dia hapal betul penggalan2 ceritanya. Setiap kali akan berganti adegan, dengan gerakan tubuhnya dia ngasih tau gerakan di adegan berikutnya.
Adegan yang paling disukainya adalah ketika kondektur kereta api membagikan hot chocolate kepada anak2. Dalam adegan tersebut dipenuhi dengan tarian dan lagu yang lucu. Sebelum tiba di adegan itu dia sudah pasang posisi untuk menirukan gerakan tariannya. Dan kalo sudah begitu, biasanya kami agak menjauh supaya tidak kena depak kakinya hahaha…..soalnya meskipun baru berumur 2 tahun tapi badannya lumayan bongsor dan kalo kena depak kakinya bisa membuat kami meringis kesakitan.
Kadang kalo udah bosen banget kami suka ngumpetin CD film itu supaya dia lupa dan gak minta diputerin terus. Tapi aku kadang kasian, dan mengalah untuk ngasih tau tempat persembunyiannya. Dan sekali lagi expresi Pazia pas nemuin CD kesayangannya bisa membuat kami geli sekaligus terharu. Dengan kegirangan dia peluk2 CD itu dan terus memandangi gambar kereta yang ada di CD itu sampe lamaaaaa banget.
Dan mengenai memandangi gambar kereta api, kami punya sedikit cerita lucu. Ceritanya ketika kami bepergian ke Jogja dan membelikan CD Thomas & Friends buat Pazia. Dalam perjalanan pulang Jogja-Purworejo di dalam mobil Pazia tidak pernah lepas memandangi gambar Thomas di CD yang dipegangnya! Begitu pula ketika di Cirebon, ketika kami membelikannya CD Thomas seri berikutnya, sambil duduk di becak dia terus mandangin Thomas sampe CD tersebut diputer. Sampe segitu ngefansnya Pazia sama Train.
Sekarang kami tidak pernah ngumpetin CD The Polar Express lagi. Kami biarkan Pazia dengan The Polar Expressnya sampe bosen sendiri. Caranya dengan mengenalkan Pazia dengan film kartun lainnya. Saat ini kami lagi seneng muterin Pazia CD "Finding Nemo". Awalnya dia sama sekali nggak tertarik dan tetep minta diputerin CD Thomas & Friends atau The Polar Express. Tapi kami telaten dengan membuat acara nonton Finding Nemo seseru mungkin. Dan akhirnya Pazia pun mulai melirik CD Finding Nemo dan….yes! The Polar Express sudah jarang diputer lagi hahahaha….lumayan membuat kami lega, meskipun si ikan badut Nemo belum mampu mengalahkan kharisma train di mata Pazia. Sambil mengacungkan kedua telunjuknya dan berkata tuut…tuut…Pazia masih tetap tergila-gila sama train-nya.
(Thanks to Nike, yang udah ngasih semangat untuk nulis di blog. Sorry…aku belum bales emailmu ya hehehe..)